PC IMM BANGKALAN

Muhammadiyah Hargai Sikap PDIP, Hanura, Gerindra dan PKS

Jakarta – Proses siding paripurna DPR kemarin sangat mengecewakan. Beberapa partai politik bermain-main dengan aspirasi rakyat. Sudah sangat jelas bahwa survey menunjukkan sekitar 90% rakyat menolak kenaikan harga BBM, karena jelas akan disertai dengan kenaikan ongkos transfortasi dan harga-harga sembako.

Begitu pula protes mahasiswa dan buruh yang begitu massif seharusnya ditangkap oleh partai-partai politik sebagai aspirasi rakyat. Sayangnya sebagian partai politik tidak menangkapnya, justeru mempertimbangkan kepentingan koalisi yang sesat.

Muhammadiyah sangat menghargai partai-partai politik lain seperti PDIP, Hanura, Gerindra dan PKS, yang memilih menolak kenaikan harga BBM. Muhammadiyah berpendapat menyerahkan harga BBM kepada mekanisme pasar bebas itu jelas bertentangdan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan Pasal 28 ayat 2 UU Migas.



Hal ini bagi Muhammadiyah merupakan persoalan mendasar, yang seyogyanya semua parpol harus berkomitmen kepada penegakan konstitusi dan kedaulatan Negara dalam bidang ekonomi.


Hal ini pula sesungguhnya yang mendorong Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah beberapa hari lalu bersama sejumlah Ormas di Jakarta mengajukan judicial review terhadap UU Migas, karena UU itu bertentangan dengan Pasal 33 UUD tahun 1945.


Reporter : Edy Kuscahyanto

Red. : Roni Tabroni
PC IMM BANGKALAN

Perlu Intensifikasi Komunikasi Mahasiswa Kader Lokal

Surakarta -- Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat mengadakan pertemuan dengan Mahasiswa Kader Jawa Barat yang berada di Jawa Tengah pada hari Kamis kemarin (29/03/2012). “Pertemuan ini sebagai sarana silaturahim dan komunikasi antara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah sebagai pemberi mandat Kader, dengan Mahasiswa Kader yang mendapatkan beasiswa dari PP Muhammadiyah dan PTM yang berada di Jawa Tengah,” kata Rahmat Rusmayadi, Wakil Ketua PWM Jawa Barat yang membidangi Kader, yang hadir pada pertemuan tersebut.
Rahmat menambahkan, diharapkan lewat pertemuan ini pula terbentuk forum komunikasi antar mahasiswa kader Jawa Barat dalam sebuah ikatan struktural, sehingga ada kegiatan terpola yang berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai perjuangan Muhammadiyah, building capacity dan penguatan lokalitas kultural Jawa Barat. “Kegiatannya dapat berupa kajian, sharing, kunjungan ke PWM, ataupun menghadirkan ‘sesepuh’ Muhammadiyah Jawa Barat khususnya”.
Pada kesempatan itu, hadir 8 orang mahasiswa kader yang berada di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM). “Ke-8 mahasiswa ini diantaranya, 5 orang mendapatkan beasiswa Pondok Shabran UMS, 1 orang beasiswa kader UMS, dan 2 orang beasiswa kader UMM,” ujar Rois, salah seorang mahasiswa kader di Solo.
Ditambah pula dengan kehadiran Imron Rosyadi selaku Direktur Pondok Shabran, serta Anwar, selaku Koordinator Mahasiswa Kader UMS. Menurut data yang kami dapat, ke-8 mahasiswa kader tersebut adalah Dede Rizki (mahasiswa UMS asal mandat PDM Bogor), Rois Muhammad Zaky (UMS: PDM Bandung), Zia Ul Haq (UMS: PDM Kabupaten Tasik), Irfan Ansori (UMS 2011: PDM Kabupaten Tasik), Muttaqin (UMS: PDM Kabupaten Sukabumi), Nita Juwita (UMS: PDM Garut), Abdullah (UMM: PDM Cianjur) dan Mumuh Muhtadin (UMM: PDM Bogor).
Acara silaturahmi ini bertempat di Solo dengan suasana keakraban yang khas. “Sambil ‘muroja’ah’ bahasa Sunda,” ujar Muttaqin sambil bercanda.
Reporter: Rois M. Zaki
Red.: Roni Tabroni
PC IMM BANGKALAN

Mantapkan Kerjasama, Dubes Arab Saudi Datangi Kantor PP Muhammadiyah Jogja

Yogyakarta- Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Moustafa bin Ibrahim bin Ali Al Mubarak, menyempatkan diri untuk berkunjung ke kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta, Selasa (03/04/2012). Kunjungan tersebut sebagai perkenalan dirinya setelah resmi diterima di Indonesia pada 14 Februari 2012.

Dalam kunjungan Moustafa yang diterima langsung ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengungkapkan, kedatangannya selain ingin bersilaturahmi juga ingin membicarakan kelanjutan kerjasama yang telah dijalin antara Muhammadiyah dan pemerintah Arab Saudi sebelumnya. Muhammadiyah menurut Moustafa dianggap telah berhasil dalam mengembangkan bidang pendidikan, dengan mempunyai ratusan unversitas dan juga ribuan sekolah di Indonesia. Secara khusus Moustafa juga mengungkapkan ketertarikannya terhadap pendidikan ulama khusus yang ada di Muhammadiyah karena sebagai seorang muslim pendidikan ulama menjadi hal yang penting untuk kepentingan Islam ke depan. Untuk itu menurut Moustafa, diharapkan akan ada kerjasama antara Muhammadiyah dan pemerintah Arab Saudi dalam bidang pendidikan ulama Muhammadiyah dengan membekali para calon ulama dengan pengayaan ilmu yang lebih banyak luas lagi.

Seusai pertemuan tersebut ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menjelaskan, selain dalam bidang pendidikan ulama, kedutaan Arab Saudi juga menawarkan kerjasama dalam bidang ekonomi terutama di sektor bisnis. Secara khusus menurut Din Syamsuddin, pemerintah Arab Saudi melalui kedutaannya akan menghadirkan ketua Kadin nya agar dapat bertemu dan berkerjasama secara langsung dengan Muhammadiyah. Sementara itu untuk kerjasama dengan universitas Muhammadiyah, Din Syamsuddin menyebutkan, akan ada kerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan Dahlan. “Mereka (Kedutaan Besar Arab Saudi) tertarik untuk membangun perpustakaan di Universitas Ahmad Dahlan, dan kemungkinan juga sekaligus membangun percetakan disana,” jelasnya.

Lebih lanjut Din Syamsuddin menambahkan pertemuan dengan Dubes Arab Saudi yang dilaksanakan di Yogyakarta dan bukan di Jakarta, adalah keinginan dari Dubes Arab Saudi sendiri yang menginnginkan untuk bertemu dengan Muhammadiyah di ibukota Muhammadiyah, tempat berdirinya Muhammadiyah.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut, Din Syamsuddin didampingi ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas, Muhammad Muqoddas, Syukrianto AR, Haedar Nashir, ketua umum PP ‘Aisyiyah Siti Noorjannah Johantini, ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Syamsul Anwar, dan ketua Majelis Tabligh Agus Sukaca.

PC IMM BANGKALAN

Imajinasi Liar, Dampak Kenaikan BBM

BBM naik tinggi

Susu tak terbeli,,,,

Adalah sepenggal dari lagu ciptaan penyanyi Iwan Fals, terkait dengan kabar dari Pemerintah Pusat yang akan menaikkan harga BBM Per 1 April 2012 mendatang, hal ini membuat semua lapisan masyarakat kelimpungan menanggapi rencana kenaikan tersebut, akibatnya yang paling terasa adalah harga kebutuhan pokok naik secara drastis, begitu luar biasanya pengaruh dari kabar rencana tersebut, sampai pasar pun berpengaruh menanggapi hal seperti itu, seperti banyak diduga oleh para Pengamat Ekonomi sebelumnya, dan kita harus ingat jika kebutuhan pokok sudah naik, maka tinggal menunggu waktunya, semua akan menaikkan harganya.

Pemerintah nampaknya belum belajar dari edisi penaikan BBM sebelumnya, pengantisipasian gejolak kenaikan harga tidak dapat dilakukan pemerintah, seeolah pemerintah saat ini hanya bisa membuat kebijakan, tapi tidak mempertimbangkan dampak yang paling terasa di masyarakat, seakan terbang landas tanpa kontrol, maka jangan salahkan pedagang dipasar jika harga kebutuhan pokok tidak terkontrol lagi, karena pedagang pasar hanya menjual kembali barang dari para distributor,

Dari kebutuhan pokok yang naik nantinya akan merembet ke kebutuhan yang lain, bukan tidak mungkin tarif kendaraan umum akan naik pula seiring dengan kenaikan harga BBM tadi, karena angkutan bermotor menggunakan BBM, dari kenaikan tarif angkutan dan harga kebutuhan pokok, akan naik pula harga dari sebungkus nasi, sebotol air mineral, dan sebagainya, setelah beberapa sektor tadi sudah naik, akan membuat masyarakat mencari cara untuk mengatisipasi “pemiskinan oleh pemerintah”. Cara yang dilakukan bisa bermacam-macam, ada cara yang baik cepat dan ada juga dengan cara yag tidak seharusnya. Cara yang baik dan tepat adalah masyarakat dibuat berfikir untuk mencari penghasilan tambahan selain upah dari bekerja (jika dia bekerja), dan akan membuat inovasi usaha yang lebih menguntungkan (jika dia berwiraswasta), dan jika pikiran masyarakat sudah jenuh dan capek dengan apa yang ada, bukan tidak mungkin masyarakan akan menuntut kelayakan hidup, seperti kejadian kemarin, buruh turun dan memblokir Jalan Tol untuk menuntut kenaikan upah mereka, dan yang terjadi adalah kelumpuhan perekonomian.

Jika mereka sudah berfikir secara tidak sehat, maka cara-cara yang dianggap masyarakat pada umumnya tidak layak dan melanggar hukum pun akan dilalui, akibatnya angka kriminalitas akan naik dan meresahkan khalayak. Akibat terjerat dengan kemiskinan seolah sudah dibutakan, pencurian, penjambretan akan terjadi, itu dikalangan masyarakat yang tidak berpendidikan, beda lagi kalau yang melakukan masyarakat yang berpendidikan tapi dibutakan segala hati dan pikirannya, maka yang terjadi adalah aksi korupsi terjadi, tidak hanya akan terjadi dikalangan atas saja, bahkan akan semakin banyak orang yang “menghalalkan” korupsi untuk memberikan kelayakan hidup.sehingga korupsi menjadi akar tradisi bangsa yang sulit sekali diberantas. Jangan heran nanti KPK akan banyak kasus yang mereka tangani, bahkan dikalangan penegak hukum pun akan terjadi korupsi birokrasi yang tersistematis.hemm, nampaknya pemerintah harus membuat Penjara yang dapat menampung pelaku “Korban BBM naik” ini, kalau perlu buat penjara terbesar di dunia, jika Israel akan membuat penjara dengan kapasitas 8000 narapidana, maka kita akan membuat penjara dengan kapasitas 1 juta Narapidana, itu kalau mampu seh, kalau tidak mampu ya kita terapkan saja hukuman mati ditempat untuk pelaku kejahatan.

Dari kesemuanya itu, tekanan mental adalah sebuah hal yang tidak bisa dihindari, ya,,, betapa tidak jika seseorang tidak mampu berfikir lagi karena tekanan disana-sini akibat kenaikan harga BBM ini, mereka akan tertekan dan akan berlaku diluar kewajaran manusia baik itu manusia yang bersifat baik maupun yang bersifat buruk, jika mereka tidak mampu lagi keluar dari tekanan yang membelit pada akhirnya gangguan mental yang terjadi, kegilaan, akan banyak orang yang jadi gila nantinya, Kementrian Sosial nampaknya harus menaikkan anggaran untuk mengantisipasi hal ini, (lagi-lagi menaikkan anggaran). Akan banyak pasien dengan gangguan jiwa tersebut, antisipasinya mulai sekarang,. Namun ada sebuah antisipasi yang harus kita pikirkan semua, harus menyiapkan tempat pemakaman yang luas dan besar, karena akan banyak orang yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, dan mungkin bunuh diri massal akan terjadi di Indonesia. Subhanallah…!!

Sungguh akan banyak dana yang akan dikeluarkan pemerintah, dan nampaknya pemerintah harus merencanakan dari sekarang untuk mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi diatas, jika tidak gejolak besar akan terjadi. Cukupkah dana dari hasil kenaikan BBM (Pemerintah mengklaim jika BBM dinaikkan pemerintah akan menghemat sebesar Rp. 60 Triliun) digunakan untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, membangun penjara dengan kapasitas besar, memelihara anak jalanan yang semakin meningkat, babat alas untuk membuka tempat pemakaman yang lebih besar, memberi dana besar untuk kemetrian sosial, penegak Hukum dan lain-lain, dan Presiden dan wakilnya serta jajarannya akan menuntut kenaikan gaji, jika itu cukup, maka syukurlah, namun jika tidak cukup bagaimana?…

Sampai juga akibat dari rencana kenaikan BBM tersebut berdampak ke penulis, dan melahirkan sebuah imajinasi yang liar ini, sebuah imajinasi yang mungkin saja terjadi, dan mungkin imajinasi seperti ini ada dibenak pembaca semua, dan semoga kita berharap imajinasi ini hanya sebatas imajinasi saja.

Sebenarnya apa yang kurang dengan alam indonesia ini, seperti diketahui banyak orang, Indonesia adalah negeri dengan kekayaan yang melimpah, dan tidak tanggung-tanggung indonesia adalah negeri dengan sumberdaya alam terkaya didunia nomor dua setelah Amerika Serikat, kita termasuk negara produsen minyak dunia, namun apa dikata, dengan itu semua tidak mampu membuat masyarakat indonesia sejahtera adil dan makmur, kita sampai sekarang hanya menjadi negara konsumen,

Banyak sekali para ilmuan, dan para pakar dalam negeri yang sebenarnya dapat mengelola sumberdaya kita, namun, pemerintah seakan tidak percaya dengan kemampuan mereka semuanya, pemerintah sampai saat ini hanya mampu percaya pada Amerika, Uni Eropa, Jepang, China dan Negara-negara maju lainnya untuk dapat mengelola hasil kekayaan alam kita. Sungguh, bangsa yang sebenarnya kaya tapi jadi miskin karena kekayaannya tersebut, kita selalu merebut gelar pada saat ada Olimpiade Fisika, Matematika, Astronomi atau yang lainnya tingkat dunia, namun itu hanya gelar, yang menurut pemerintah tidak akan ada gunanya dalam kancah pengelolaan kekayaan alam kita, ironis memang, namun itu adalah kenyataannya.

Jika memang itu dimanfaatkan dengan baik, dan diatur dengan seksama, dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang memang dibuat untuk pemenuhan kebutuhan sendiri dengan baik, serta penggalakan dari pemerintah secara massif untuk menggunakan produk dalam negeri, maka bukan tidak mungkin kita akan mengolah alam kita secara mandiri tanpa ada campur tangan asing, dan secara sedikit demi sedikit kita akan menjadi bangsa yang mandiri disegala sektor, dan kita tidak dipusingkan dengan kenaikan BBM, dan mungkin saja pemerintah tidak perlu menaikkan harga BBM karena jika kita kelola sendiri maka niscara kita tidak perlu ikut dengan permainan menaikkan harga minyak dunia yang dilakukan Amerika dan sekutunya, karena kita sendiri yang menentukan harga minyak yang akan kita pakai, begitu sejahteranya nanti jika hal itu terjadi,

Dengan pengelolaan secara mandiri kita akan menghasilkan banyak pemasukan untuk membangun infrastruktur, jika itu semua ingin cepat terlaksana, nampaknya untuk hal ini kita harus belajar pada China, yang dapat mengentaskan kemiskinan 600 Juta Rakyatnya secara cepat dengan begitu revolusioner, dan mungkin kita juga harus belajar pada Jepang dan Singapura karena mereka tidak mempunyai sumberdaya alam seperti negara kita tapi mereka mampu berdiri secara sejajar dengan Amerika Serikat dan Eropa dalam hal perekonomian. Jangan malu untuk belajar..!

Namun sebagai anak bangsa, nampaknya kita harus percaya jika suatu saat indonesia akan keluar dari krisis yang berkepanjangan ini, akan dapat melangkah kedepan dengan lebih cepat, mungkin kali ini kita harus setuju bahwa sejarah bangsa ini belum mampu untuk bisa dijadikan pelajaran kita semua ke arah yang lebih baik lagi,, semoga kita dapat menghargai sejarah bangsa kita dan mampu belajar dari sejarah bangsa kita ini, sehingga kita dapat menjadi bangsa yang bermartabat.

Amien….!!

14 Maret 2012, disebuah ruang pemikiran yang tak terbatas

Khusnul Ma’arif

Seorang Kader Muhammadiyah


bIsa di jumpai di http://pahlawanlangitbiru.wordpress.com/