PC IMM BANGKALAN

MUSLIMAH IDEAL

Resume dari kajian Immawati kemarin:
MUSLIMAH IDEAL
Peran muslimah dalam kehidupannya memiliki banyak peran diantaranya :
1. Muslimah sebagai istri
Istri sebagai sumber inspirasi suami, penyokong, dan pendukung. Rasulullah selalu baik dan menjalin hubungan silaturahim dengan kerabat dan sahabat mendiang Khadijah, walaupun istrinya itu telah tiada. Hal itu membuat Aisyah cemburu dan bertanya pada suaminya, ”Bukankah Allah telah memberi pengganti yang lebih baik?” tidak ada yang bisa menggantikan Khadijah untukku. Dia memberikan pembelaanya ketika semua orang memusuhiku, ia menguatkanku ketika aku berputus asa atas kaumku, ia memberikan hartanya untuk dakwah yang aku bawa dan dari rahimnya Allah memberiku keturunan tidak ada yang bisa mengantikannya di sisiku”.
Kisah Ummu Salamah ketka menjadi istri Abu Thalhah yang merawat dengan ketekunan suaminya sepulang perang dan ketika Ummu Salamah menjadi istri Rasulullah paska perjanjian Udaibiah. Istri sebagai sumber energi bagi suami begitu juga sebaliknya. ”Sebaik-baik istri adalah jika kamu pandai menyejukkan hatinya”. Apakah wanita yang menyejukkan hati seorang suami adalah istri yang berkulit putih dan berbibir merah? Pernikahan agung putri Rasulullah menjadi teladan dalam pernikahan pasangan muslim adalah wanita yang diriwayatkan melepuh tangannya karena menggiling gandum dan tentang Fatimah yang suaminya berkomentar singkat, jika aku memandangnya bilanglah kesusahan dan kesedihanku. Jadi menjadi sebaik-baik wanita bukanlah yang tercantik! Tapi ikatan yang penuh sakinah lahir dari kejernihan ruhiah tiap anggotanya(Qs.An-nur:26)
2. Muslimah sebagai angggota masyarakat
Bukan termasuk dalam golonganku yang tidak perduli dengan umatku. Jelaslah hadits tersebut mencerminkan pribadi yang dikehendaki oleh islam bukanlah pribadi yang dingin tidak merasa sesak atas permasalahan umat. Pernahkah kita berfikir bagaimana mengentaskan pelacuran, mengakhiri korupsi, anak jalanan, pengemis, kemiskinan dan lain-lain. Semua itu membangkitkan sensifitas sosial contoh dalam siroh dari muslimah adalah kepedulian.
3. Muslimah sebagai individu
Sebaik-baik muslimah adalah yang paling baik akhlak dan keimanannya. Imam tabrani meriwayatkan dari Anas Bin Malik, Rasulullah bersabda: ”Barangsiapa menikahi wanita karena kehormatannya (jabatannya) maka Allah akan menambahkan kepadanya kehinaan. ”Barangsiapa yang menikahi wanita karena nasab kemuliaanya maka Allah akan menambahkan kerendahan”. Tetapi nikahilah wanita itu karena agamanya. Sesungguhnya budak wanita yang hitam dan cacat, tetapi taat beragama adalah lebih baik (daripada wanita yang kaya cantik tapi tidak beragama)”.
4. Muslimah sebagai seorang ibu
”Tempatkanlah.........pada tempat yang baik karena watak orang tua akan berpengaruh pada anak-anak yang dilahirkan” menjadikan pedoman bagi laki-laki untuk menjadikan parameter keimanan dan akhlak dalam memilih pasangan.


”Apabila para wanitanya baik maka baiklah negeri tersebut, apabila buruk para wanitanya maka buruklah negeri itu”. Baik buruk sebuah negeri maka lihatlah para wanitanya. Para ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya peletak batu bata pertama yang menjadi dasar kepribadiannya. Maka bisa dibayangkan bagaimana generasi kaum muslimin jika para ibu dari anak-anak hari ini adalah yang seperti asma’, ibu-ibu seperti Fatimah...
Ingatlah pelatihan yang menyuruh untuk memegang dahi tapi yang dilakukan adalah memegang kening maka yang dilakukan......memberikan pertanda ....maka jadilah ibu yang baik! Untuk menjawab sebagian dari permasalah umat ini jadilah jawaban bukan jadi bagian dari masalah.
Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik dalam bergaul dalam keluarganya (paling baik pada istrinya)
Yang dimintai pertanggungjawaban bukan hanya ibu tapi orang tua yang termasuk didalamnya ayah dan ibu.


”Amaliyah Istisyahadiyah”

PC IMM BANGKALAN

About PC IMM BANGKALAN

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :