PC IMM BANGKALAN

Islam Kebangsaan KeNegaraan dan Islam Khilafah

Tsaqofah Islamiyah

Krisis Ideologi KeNegaraan

Islam Kebangsaan KeNegaraan dan Islam Khilafah

Hanafi Sukoco

(Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bangkalan)

Ideologi merupakan sistem paham yang digunakan untuk landasan gerak suatu kelompok atau organisasi (Haedar Nashir,Meneguhkan Ideologi Gerakan Muhmmadiyah, 2007 : vii). Dalam hal ini yang kita bicarakan adalah tentang Ideologi Kenegaraan kita.

Berbagai masalah yang terjadi di negara Indonesia mulai dari masalah ekonomi, sosial, hukum, budaya, politik, pertahanan dan keamanan. Sebagai pelajar yang kritis dan tanggap akan kondisi kenegaraan kita, tentunya kita tahu bagaiman kondisi bangsa kita? Tambah baikkah, tau tambah Burukkah ?Mari kita mengerucut menyoroti tentang hukum di Indonesia, apakah sudah adilkah undang-undang dan sistem peradilan di Indonesia ? Tentu tidak..Bagaimana mungkin iya ? Lihat saja banyak yang salah menjadi benar dan yang salah pun begitu, banyak maling kelas gurem dikenai sangsi hukum yang lebih berat bahkan sangat berat dari pada yang memakan uang rakyat (koruptor) jutaan hingga triliunan rupiah ? Bagaimana hukum dan perundangan-undangan di Indonesia tentang masalah tatanan sosial kemasyrakatan, apakah sudah ada perundang-undangan yang jelas ?

Ideologi kenegaraan merupakan Sistem atau paham yang digunakan sebagai landasan gerak dan aturan main dalam suatu negara. Sistem Demokrasi telah diterapkan di Indonesia dan sistem-sistem yang lain, begitu pula di Negara yang lain diterapkan sistem yang sedemikian itu. Apakah sistem-sistem itu suadah bisa memecahkan suatu permasalahan yang komplek? Apakah suatu sistem atau Ideologi tidak bisa diubah? Ataukah takut untuk mengubahnya? Bagaimana dengan Sistem Ideologi Islam ?

Secara fungsional Islam, terutama sekali dapat diidentifikasi berdasarkan tempat asal usulnya; yakni merupakan teologi revolusioner dan sistematis serta gerakan yang secara seimbang diarahkan untuk menentang kebobrokan-kebobrokan sifat manusia seperti kebejatan akhlak, materialisme, tiran-tiran politik, perbudakan, kepitalisme, kolonialisme, eklesiatikal (kependetaan). Islam kini berada pada posisi yang hampir sama seperti pada masa awalnya, ketika ia menghadapi kebejatan akhlak bangsa Arab, Romawi dan Persia. Tetapi penekanan utama dari sistem islam adalah pengakuan akan kedaulatan tuhan sebagai penguasa mutlak bagi seluruh ummat manusia.

Khilafah bukanlah suatu negara Kebangsaan, akan tetapi ia merupakan system kenegaraan yang memiliki dasar Al-Qur'an dan Assunah Rasul, yang mempunyai tujuan yang jelas.

Mungkin dapat dikatakan bahwa negara islam sebagai negara yang utopis, karena dunia sekarang merasa asing, bahkan tak mengenal apa itu ciri dan sifat Negara Islam.

Ciri-ciri negara Islam:

Dengan memperhatikan perjalanan panjang yang telah ditempuh oleh negara – negara dengan ideologinya masing-masing, mulai dari sosialis, liberalis, sekularis, sampai demokratis. Bagaimana perjalanannya apakah telah sukses mengatur kehidupan kenegaraan, kerakyatan dan khususnya mengatur kehidupan Ummat Manusia, ataukah bahkan merusak tatanan sosial kemasyarakatan. Maka kini dunia hanya punya alternatif untuk menengok kepada Islam. Islam pernah mengibarkan panji kejayaan selama kurang lebih tujuh abad dan mewariskan peradaban dan ilmu pengetahuan kepada dunia sampai sekarang. Hal ini disebabkan Islam mendirikan negara berdasar wahyu yang terlepas dari dari ide dasar kebangsaan, ikatan dinasti, suku, ikatan darah, ikatan kelas dan kepentingan duniawi lainnya. Islam menegakkan negara berdasar prinsip Tauhid dan bertujuan membawa ummat manusia kepada tata nilai akhlak yang mulia. Dalam upaya mendirikan negara pertama kali di Madina ( yang sebelumnya bernama Yatsrib), Islam mengajak mengimani prinsip-prinsipnya, baik dalam masalah aqidah maupun muamalah, ibadah maupun hukum2 kenegaraan. Dengan keimanan kepada prinsip Islam dan kerelaan beribadah kepada ALLAH semata, maka islam mendirikan negara terlepas dari kepentingan golongan, bangsa ataupun doktrin kelompok dan pemimpin tertentu.

Tentu saja dengan corak dan prinsip yang masih asing bagi dunia dan telah diasingkan oleh kelompok non- Islam maka negara seperti ini masih dianggap utopis.untuk itu pada masa ini anda dapat menyaksikan kaum non-Islam bahkan ummat Islam sendiri tidak mengenal ciri khas proses perjuangan yang ditempuh Islam dalam mendirikan negara Islam. Maka orang2 Islam yang lahir dan dibesarkan dalam keluarga muslim tapi sehari-harinya hidup dalam pola pendidikan dan kebudayaan barat, terbentuk oleh teori2 sosial dan politik Barat, tidak bisa menerima apa yang disebut dengan negara Islam. Sesudah orang2 Islam yang hidup dalam lingkungan kebudayaan barat tersebut memperoleh kemerdekaan dari penjajah Barat, meskipun rakyat beragama Islam, namun dalam membentuk negaranya berdasar paham kebangsaan.

Bukan Islam kebangsaan atau Kenegaraan yang kita ingin terapkan Tetapi Islam khilfahlah solusinya, karena dalam negara yang berdasarkan kebangsaan dan sistem demokrasi, jika ummat Islamnya mayoritas, tidak secara otomatis aspirasi politik islami mereka tersalurkan dengan baik. Sebab cara2 perjuangan yang didasarkan kebangsaan dengan sistem politik demokrasinya, sama sekali tidak tepat untuk menyalurkan aspurasi politik ummat Islam. Contoh bagaimana sulitnya ummat Islam memperjuangkan RUU pendidikan, bagaimana sangat sulitnya tututan ummat Islam untuk memperjuangka RUU pornografi dan pornoaksi, bagaimana sulitnya tuntutan ummat Islam kepada pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah (Aliran Sesat dalam Islam) dll.Inilah gaya dan cara yang dilakukan negara2 kebangsaan di seluruh dunia, dengan tujuan memelihara ciri kebangsaannya dan menghilangkan unsur ketuhanan (khusunya Islam) dari sistem kenegaraan, dan itu bisa dikatan sebagai upaya mengembangkan sekularisme.

Ciri lain negara Islam adalah didirikan berdasarkan prinsip Tauhid, bahwa kekuasaan adalah milik ALLAH semata. Atas dasar ini, maka Islam menetapkan bahwa seluruh bumi milik ALLAH. ALLAH-lah yang memelihara dan mengedalikan segala urusan-Nya. Karena itu masalah pemerintahan, perundang-undangan dan hukum untuk mengatur tata kehidupan ummat hanya menjadi wewenang ALLAH. Tidak ada seorangpun yang berhak dan berwenang membuat undang2 dan hukum bagi dirinya sendiri.

Manusia hanya sebagai pelaksana apa yang telah diamanatkan ALLAH kepadanya. Kedudukannya sebagai khalifah hanya dianggap sah bila memenuhi dua kriteria yaitu :

1. Diangkat sebagai Rasul ALLAH, atau

2. Mengikuti sepenuhnya ajaran Rasul dan setia kepada undang2 yang ditetapkan ALLAH.

Seseorang yangditunjuk orang2 beriman dan taat kepada undang2 ALLAH, berkedudukan sebagai wakil ummat atau Khalifah. Kedudukannya sebagai khalifah, disebabkan persetujuan ummat terhadapnya.

Negara yang berdasarkan prinsip Islam, 100% berbeda dengan negara2 non-Islam, baik bentuknya, dasarnya maupun sifatnya. Bentuk, dasar dan sifat negara yang berdasarkan Islam mengacu pada Wahyu, sehingga melahirkan akhlak dan perilaku yang khusus. Untuk itu seluruh perangkat yang dibutuhkan negara Islam, baik tentara, polisi, hakim, pegawai pajak, administrator, politik luar negeri, undang2 perang dan damai, seluruhya bebrbeda dengan negara non-Islam.

Semua itu ada dalam Alqur'an, barang siapa yang tidak percaya akan Sistem Pemerintahan Islam yang ciri2nya dan yang sudah ada di Alqur'an, maka pantaskah kita mengaku aku Islam ? Karena aku sudah menyekutukan ALLAH dengan lebih mengangungkan sistem atau aturan buatan manusia yang penuh dengan salah dan dosa. Bagaimana statusku ?

Bangkalan 17 Juni 2008

Sumber Bacaan :1.Alqur'an 2.Tatanan Sosial Islam Studi berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah oleh Prof. Dr. Abdurrahman Abdulkadir Kurdi. 3. Majalah Almuslimun edisi 383 pebruari 2002.4. Meneguhkan Ideologi Gerakan Muhmmadiyah oleh Haedar Nashir)

PC IMM BANGKALAN

About PC IMM BANGKALAN

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :